Banyak yang bingung dengan arti judul di atas. Apa itu kota Intan?? Tak ada yang tahu?? Mungkin hanya segelintir orang yang tahu. Kota intan adalah julukan bagi kota kelahiranku: Kota Garut. Pasti pertanyaan selanjutnya, “Lha, bukannya Kota Garut itu ‘kota dodol’???”. Ya, tak ada yang salah, kedua julukan itu benar. Garut mempunyai banyak nama: kota intan, kota dodol, dan yang paling membanggakan Ir.Soekarno menyebutnya sebagai Swiss van Java. Inti dari tulisan ini bukan ingin mendebatkan nama Garut itu sendiri. Tapi kita akan menyelami makna kehidupan Kota Intan (Garut) dan Kota Hujan (Bogor) versi Rahmi Damay.
Tanggal 9 Agustus 2011 saya banyak mengirimkan pesan singkat ke beberapa ikhwah di kampus. Responnya beragam. Terlepas dari apa respon mereka, tapi hati saya sudah cukup lega menyampaikannya, bahwa kini setelah Institut Pertanian Bogor menerima pinangan saya tahun 2009 silam, saya merasa kota hujan bukan lagi kota yang asing (sudah seperti kota tempat kelahiran saya---saking kuatnya feel kota hujan). Secara geografis jelas berbeda dengan kota intan. Tapi ada hal yang membuatnya sama.
Sering sekali terjadi. Ketika sedang lowong dari aktivitas kampus, rasa rindu akan kampung halaman menyergap (aroma masakan mama, candaan ade tersayang, wejangan dari bapak, dsb). Namun, ketika sudah tiba di kampung halaman kerinduan itu cepat sirna, digantikan kerinduan lain pada kota yang baru saja ditinggalkan (kota hujan). Bayangan wajah mbak-mbak di kosan, suasana syura yang penuh pertimbangan, wangi dinding mushtan, senyuman sahabat-sahabat tersayang, semua berkelebat bergantian. Hmm,,, ya kini saya benar-benar yakin bahwa hati ini ada di antara dua kota: Kota intan dan kota hujan. Bahkan, pernah beberapa orang bertanya, “Mi, kalau udah lulus mau balik lagi ke kampus atau mengabdi di kampung halaman?.” Jujur, pertanyaan itu berat untuk bisa saya jawab dengan adil. Akhirnya jawaban yang biasa saya lontarkan, “ya,,,tergantung. Saya kan ikut suami.” How?? Kumaha??. Intinya, saya benar-benar bingung kalau disuruh memilih antara kota intan dan kota hujan. Dua-duanya tidak bisa ditinggalkan. Teringat kembali kata-kata yang saya SMS-kan ke para ikhwah Bogor. ”………..karena di kota intan ada keluarga yang dipersatukan melalui ikatan pernikahan, dan di kota hujan ada saudara yang dipersatukan dengan iman. Jzkmllh telah menjadi Saudara/i terbaikku…”
dan semua begitu sangat berharga bagiku…
Komentar
Posting Komentar