ROMANTISME IBADAH (2)

Bersama dia yang telah Allah takdirkan.

Allah suburkan rasa cinta dalam ikatan pernikahan.
Semakin erat bergenggaman.
Menghadapi berbagai ujian saling menguatkan.

Terima kasih ya Allah.
Engkau ciptakan manusia untuk saling berpasangan.
Tanpa saling merendahkan.
Bersatunya laki-laki dan perempuan bukan untuk diadudombakan.
Ialah bukti Keagungan Allah dalam menciptakan keharmonisan, keseimbangan.

~~~

Suatu waktu kami mengazzamkan untuk dapat menyentuh/mencium ka'bah. Keinginan merasakan sensasi memegang dan mencium ka'bah kuat dalam hati. Dini hari menyengajakan untuk berangkat menuju pelataran ka'bah.

Disusunlah strategi agar target tersebut dapat tercapai. Kami bersepakat untuk menjalankan strategi pertama, yaitu thawaf sendiri2 karena jama'ah laki-laki dan perempuan sudah mulai dipisah untuk persiapan sholat shubuh walaupun masih sekitar 1,5 jam lagi. Suami meminta saya untuk terus berkomunikasi melalui WA.

Pada saat itu dengan penuh keyakinan, saya merasa bisa mendekat ke ka'bah dengan mudah walaupun sendiri tanpa suami.

Sambil terus berdzikir dan berdoa, Allah mudahkan saya untuk terus berputar dan mendekat ke arah ka'bah tanpa waktu yang lama. Hanya dengan 3 kali putaran, ka'bah sudah sangat dekat. Namun ternyata, qadarullah saya terhalang dengan 2 shaff jama'ah laki-laki yang dengan ketat mengitari ka'bah. Saya mencoba bernegosiasi dengan salah satu jama'ah asing di shaff tersebut. Beliau memberikan saya jalan untuk bisa menembus ke shaff selanjutnya. Namun sebelum menembus shaff pertama terdekat dari ka'bah, saya hopeless. Melihat di sekitar ka'bah sudah tidak ada lagi yang diperbolehkan memegang ka'bah. Para askar sudah mensterilkan sekitaran ka'bah dg pembatas. Saya memutuskan untuk kembali menepi bersiap untuk sholat shubuh walaupun masih sekitar 1 jam-an menunggu.

Dengan perasaan sedih saya mengabari suami bahwa saya baik2 saja dan sudah menepi. Ternyata beliau sebelumnya sudah chat lebih dulu, menginfokan bahwa beliau biidznillah berhasil mencium ka'bah di putaran thawaf kedua.
Saya pun mengabari kalau saya belum berhasil saat itu.
Dengan penuh optimisme suami menenangkan, "gapa2 yang, nanti kita coba lagi bareng2 ya. Selesai sholat kita ketemu di King Fahad"

Saya terus beristighfar dan mencoba ikhlas walaupun masih dalam perasaan sedih.
Walaupun bukan suatu sunnah, saya sangat berharap tetap bisa mencium ka'bah. Di hari terakhir kami di Mekkah, suami penuh semangat mengajak saya untuk dapat menyentuh atau mencium ka'bah.
Akhirnya selesai thawaf wada, kami berikhtiar dan bertawakkal mohon untuk Allah mudahkan hajat kami.
"Yuk yang bismillah, smg Allah ridhoi" Suami meyakinkan dg menggenggam erat tangan saya. Sesekali suami mengambil posisi di belakang saya, untuk melindungi sisi kiri dan kanan saya dengan kedua tangannya. Hingga sampailah saat itu. Kami begitu dekat dengan ka'bah. Namun saya melihat banyak tangan yg belum bisa menggapai ka'bah. Saya tarik tangan2 jama'ah wanita tsb untuk bisa menggapai ka'bah. Hingga mereka pun berterima kasih dan nampak bahagia tak terkira. Secara bergiliran kami mengantri untuk bisa memegang dan mencium ka'bah. Suami dg sigap terus memberikan perlindungan dari belakang saya hingga saya dengan sangat mudah bisa menepi dan kian mendekat ke ka'bah. Allahu Rabbi, tak kuasa tangis pun pecah. Alhamdulillah, atas izinNya kedua tangan ini berhasil memegang kiswah dengan penuh haru. Menciumnya dengan segenap jiwa berserah. Khusyuk yang indah. Menumpahkan tangis seakan sedang bersimpuh di hadapan Allah. Seketika merasa bukan sedang di dunia. Saya pun memutuskan tidak boleh egois untuk berlama2 menciumnya, bergantianlah dengan suami yang berhasil ke depan untuk kembali mencium ka'bah.

Kami pun semakin menggenggam erat. Hingga berhasil menepi ke arah luar ka'bah dengan perasaan yang tak bisa tergambarkan.

Sungguh momen yang tak akan terlupakan. Mengingatkan saya dengan hakikat amal jama'i. Akan menjadi kekuatan yang besar ketika kita berjuang bersama dibanding berjuang dengan sendiri2.
Begitupula sepasang suami istri. Allah ciptakan untuk saling mengokohkan. Karena dari terhalalkannya makhluk laki-laki dan perempuanlah peradaban tercipta.
"Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti."
QS. Al Hujurat 13

Komentar